Sabtu, 17 September 2016

PERILAKU ORGANISASI #2

            Setiap manajer wajib memiliki keterampilan, dan keterampilan yang biasanya dimiliki oleh seorang manajer, yaitu:
1.       Technical Skills (Keterampilan Teknis) : Kemampuan menerapkan pengetahuan atau keahlian khusus. Contohnya: kemampuan untuk membuat dan menyampaikan presentasi
2.       Human Skills (Keterampilan Hubungan Manusia) : Kemampuan bekerja sama dengan memahami, memotivasi, dan mengapresiasi orang lain secara perorangan maupun kelompok. Contohnya: kemampuan bernegosiasi
3.       Conceptual Skills (Keterampilan Konseptual) : Kemampuan berpikir logis secara jernih untuk menyusun sesuatu yang rumit menjadi sederhana, rapi dan teratur. Contohnya: membuat perencanaan. Sales+Produksi+Supplies+Finance+Account

Luthans meneliti kegiatan Manajer, terdapat 4 kegiatan seorang manajer yaitu:
1.       Manajemen Tradisional/Klasik: Melakukan perencanaan, mengambil keputusan dan pengendalian.
2.       Komunikasi: bertukar informasi rutin dan memproses dokumen.
3.       Sumber Daya Manusia: memotivasi, mendisiplinkan, mengelola konflik, mengalokasikan serta melatih staff.
4.       Pembagunan Jaringan: bersosialisasi, berpolitik dan berinteraksi dengan orang-orang luar organisasi.


Hasil gambar untuk average managers successful managers effective managers


Dari gambar diatas terdapat 3 (tiga) kategori besar, yaitu:
1.       Manajer rata-rata
2.       Manajer sukses: didefinisikan berdasarkan kecepatan mendapatkan promosi berdasarkan kualitas, kuantitas kinerja yang obyektif
3.       Manajer efektif: didefinisika berdasarkan kualitas, kuantitas kinerja secara obyektif dan kepuasan serta komitmen anak buah mereka.      

P   
Dalam mengelola pribadi dalam organisasi secara umum dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu dengan:
1.       Intuisi: perasaan yang tidak selalu didukung penelitian yang dilakukan secara ilmiah serta dipublikasikan secara formal dan sah sebagai bagian dari ilmu pengetahuan resmi. Intuisi kebanyakan didapatkan dari observasi serta pengalaman pribadi.
2.       Sistematik: menarik kesimpulan berdasarkan penelitian yang dilakukan dengan benar secara ilmiah. Penelitian secara ilmiah dapat memungkinkan dapat diketahuinya apa penyebab dan akibatnya., serta signifikan hubungan sebab akibat sehingga dapat dijadikan sebagai prediksi untuk mengetahui pola kecenderungan.

Perilaku Organisasi merupakan gabungan dari berbagai disiplin ilmu antara lain:
1.       Psikologi, ilmu yang mengukur, menjelaskan dan kadang-kadang menjadi memodifikasi perilaku manusia secara individu.
2.       Sosiologi, studi tentang manusia dalam kaitannya dengan lingkungan sosial dan budaya (pola hidup, kebiasaan.)
3.       Psikologi sosial, suatu bidang dalam psikologi yang memadukan konsep psikologi maupun sosiologi yang memusatkan perhatian pada pengaruh seseorang terhadap orang lainnya.
4.       Antropologi, studi tentang masyarakat yang mempelajari manusia dan kegiatan mereka.
  

Hasil gambar untuk contributing discipline behavior organization

  •  Efektif adalah kemampuan mengerjakan suatu hal dengan waktu yang lebih cepat dari prediksi
  • Efisien adalah kemampuan mengeluarkan nominal sesuai rencana atau mengeluarkan lebih rendah dari nominal yang telah ditentukan.
  • Efektifitas berpengaruh pada efisiensi. dan Organisasi selalu mencapai efektifitas tanpa menimbulkan efesiensi.



sumber: buku Perilaku Organisasi (Astadi PAngarso S.T., MBA)
https://drive.google.com/file/d/0B1Vz085wnaCKTFM4cjVudFcxVU0/view


Terima Kasih













Minggu, 11 September 2016

Perilaku Keorganisasian

Hai! Saya ingin mengulas apa yang telah di sampaikan oleh Dosen saya yang bernama Pak Seta Wicaksana tentang arti dari “Perilaku Keorganisasian”.

Pertama-tama intro dulu nih tentang Lapangan Pekerjaan di Indonesia pada era Globalisasi, sebelumnya rencana kalian apa sih untuk masa depan? Apa yang telah kalian persiapkan untuk masa depan, terutama setelah kuliah? Bekerja? Menikah? Nunggu dilamar? Atau nunggu warisan orangtua? Hehe

Kalian tau gak sih kasus besar yang dialami di Indonesia? Yap!! Pengangguran. Pengangguran adalah kasus yang menjadi parasit terbesar di Indonesia jika kita tidak memiliki tujuan/plan untuk masa depan nanti terutama setelah kuliah. Lapangan Industri Ekonomi membuktikan bahwa tenaga kerja yang diserap oleh Perusahaan hanyalah 3% - 5% sisanya dari 100% mau kemana? Mau ngapain? Mau buat apa? Pikirkan dari sekarang! IP kuliah tidak begitu penting, yang paling penting adalah berapa lama anda/kalian/kita diserap oleh Perusahaan setelah kita lulus nanti atau ingin meng-create Industri apa agar berguna untuk semua orang? Tapi bukan berarti kalian malas-malasan belajar ya, geng! Ok. Itu adalah motivasi yang diberikan oleh Pak Seta yaa kurang lebihnya seperti itu :D
Lanjut ke materi Perilaku Keorganisasian.


                Apa yang dimaksud dengan Organisasi?

“Organization is social unity (entity) that consciously coordinated, with a limitation that can be identified, which works on the basis of continously relative to fufill a common goal and or group of goals.”- Buku Perilaku Organisasi (Astadi Pangarso S.T., MBA.)

“Organisasi adalah sekumpulan orang yang di support oleh sistem dan teknologi yang memiliki tujuan yang sama yang saling berhubungan dengan komunikasi yang diikat oleh nilai dan kebudayaan.” - google


                Apa yang dimaksud dengan Perilaku Keorganisasian?

”suatu konsep perbuatan atau kebudayaan yang dilakukan dalam setiap organisasi apapun itu, mengerjakan suatu tugas pekerjaan dengan dua orang atau lebih yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama yang diinginkan dalam suatu organisasi.”


Organisasi apa yang bisa berkembang?

Organisasi yang bisa berkembang adalah organisasi yang memiliki kreatifitas dan inovasi yang tinggi.


                Apa yang manager lakukan?

·         They get things done through other people
·         Management activities
o   Make decisions
o   Allocate resources
o   Direct activities of others to attain goals
·         Work in an organization
o   A consciously coordinated social unit composed of two or more people that functions on relatively continous basis to achieve a common goal or set of goals.
·         After studying this chapter you should be able to:
o   Demonstrate the importance of interpersonal skills in the workplace
o   Describe the manager’s functions, roles, and skills
o   Define organizational behavior.
o   Identify the major behavioral science disciplines that constribute to organization behavior.
o   Demonstrate why few absolutes apply to organization behavior.
o   Identify the challenges and opportunities managers have in applying organization behavior concepts
o   Compare the three levels of analysis in this book’s organization model.

Ini adalah yang di jelaskan oleh Pak Seta dan powerpoint yang dipaparkan serta mencari sendiri dibuku lain dan juga google. Kurang lebihnya mohon maaf.

                                                                                                                                                                Terima Kasih






Sabtu, 11 Juni 2016

Etika Bisnis

Etika Bisnis

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang menunjukkan kesediaan dan kesanggupan seseorang secara sadar untuk mentatati ketentuan dan norma kehidupan yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat atau suatu organisasi.



Etika bisnis adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan cara melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang masih berkaitan dengan personal, perusahaan ataupun masyarakat. atau bisa juga diartikan pengetahuan tentang tata cara ideal dalam pengaturan dan pengelolaan bisnis yang memperhatikan norma dan moralitas yang berlaku secara universal secara ekonomi maupun sosial.


  • PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS

Etika bisnis memiliki prinsip-prinsip yang harus ditempuh perusahaan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan harus dijadikan pedoman agar memiliki standar baku yang mencegah timbulnya ketimpangan dalam memandang etika moral sebagai standar kerja atau operasi perusahaan. Muslich (1998: 31-33) mengemukakan prinsip-prinsip etika bisnis sebagai berikut:

1. Prinsip otonomi, Prinsip otonomi adalah sikap dan kemampuan manusia untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadarannya tentang apa yang dianggapnya baik untuk dilakukan. Atau mengandung arti bahwa perusahaan secara bebas memiliki wewenang sesuai dengan bidang yang dilakukan dan pelaksanaannya dengan visi dan misi yang dimilikinya. Kebijakan yang diambil perusahaan harus diarahkan untuk pengembangan visi dan misi perusahaan yang berorientasi pada kemakmuran dan kesejahteraan karyawan dan komunitasnya.

2. Prinsip kejujuran, Kejujuran merupakan nilai yang paling mendasar dalam mendukung keberhasilan perusahaan. Kejujuran harus diarahkan pada semua pihak, baik internal maupun eksternal perusahaan. Jika prinsip kejujuran ini dapat dipegang teguh oleh perusahaan, maka akan dapat meningkatkan kepercayaan dari lingkungan perusahaan tersebut.
Terdapat tiga lingkup kegiatan bisnis yang bisa ditunjukkan secara jelas bahwa bisnis tidak akan bisa bertahan lama dan berhasil kalau tidak didasarkan atas kejujuran.
Pertama, jujur dalam pemenuhan syarat-syarat perjanjian dan kontrak. Kedua, kejujuran dalam penawaran barang atau jasa dengan mutu dan harga yang sebanding. Ketiga, jujur dalam hubungan kerja intern dalam suatu perusahaan.

3. Prinsip tidak berniat jahat, Prinsip ini ada hubungan erat dengan prinsip kejujuran. Penerapan prinsip kejujuran yang ketat akan mampu meredam niat jahat perusahaan itu.

4. Prinsip keadilan, Perusahaan harus bersikap adil kepada pihak-pihak yang terkait dengan sistem bisnis. Contohnya, upah yang adil kepada karywan sesuai kontribusinya, pelayanan yang sama kepada konsumen, dan lain-lain,menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan sesuai kriteria yang rasional obyektif, serta dapat dipertanggung jawabkan.

5. Prinsip hormat pada diri sendiri, Perlunya menjaga citra baik perusahaan tersebut melalui prinsip kejujuran, tidak berniat jahat dan prinsip keadilan.


  •  CONTOH KASUS MELANGGAR ETIKA BISNIS
 PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) adalah perusahaan pemerintah yang bergerak di bidang pengadaan listrik nasional. Hingga saat ini, PT. PLN masih merupakan satu-satunya perusahaan listrik sekaligus pendistribusinya. Dalam hal ini PT. PLN sudah seharusnya dapat memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat, dan mendistribusikannya secara merata.

Usaha PT. PLN termasuk kedalam jenis monopoli murni. Hal ini ditunjukkan karena PT. PLN merupakan penjual atau produsen tunggal, produk yang unik dan tanpa barang pengganti yang dekat, serta kemampuannya untuk menerapkan harga berapapun yang mereka kehendaki.

Pasal 33 UUD 1945 menyebutkan bahwa sumber daya alam dikuasai negara dan dipergunakan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat. Sehingga. Dapat disimpulkan bahwa monopoli pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara. Pasal 33 mengamanatkan bahwa perekonomian Indonesia akan ditopang oleh 3 pemain utama yaitu koperasi, BUMN/D (Badan Usaha Milik Negara/Daerah), dan swasta yang akan mewujudkan demokrasi ekonomi yang bercirikan mekanisme pasar, serta intervensi pemerintah, serta pengakuan terhadap hak milik perseorangan. Penafsiran dari kalimat “dikuasai oleh negara” dalam ayat (2) dan (3) tidak selalu dalam bentuk kepemilikan tetapi utamanya dalam bentuk kemampuan untuk melakukan kontrol dan pengaturan serta memberikan pengaruh agar perusahaan tetap berpegang pada azas kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Contoh kasus monopoli yang dilakukan oleh PT. PLN adalah:
1   Fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri.


2   Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.
Dikarenakan PT. PLN memonopoli kelistrikan nasional, kebutuhan listrik masyarakat sangat bergantung pada PT. PLN, tetapi mereka sendiri tidak mampu secara merata dan adil memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya daerah-daerah yang kebutuhan listriknya belum terpenuhi dan juga sering terjadi pemadaman listrik secara sepihak sebagaimana contoh diatas. Kejadian ini menyebabkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat, dan investor menjadi enggan untuk berinvestasi.


  •  ANALISIS KASUS ETIKA BISNIS

 Jika dilihat dari teori etika deontologi : Dalam kasus ini, PT. Perusahaan Listrik Negara (Persero) sesungguhnya mempunyai tujuan yang baik, yaitu bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik nasional. Akan tetapi tidak diikuti dengan perbuatan atau tindakan yang baik, karena PT. PLN belum mampu memenuhi kebutuhan listrik secara adil dan merata. Jadi menurut teori etika deontologi tidak etis dalam kegiatan usahanya.

Jika dilihat dari teori etika teleologi : Dalam kasus ini, monopoli di PT. PLN terbentuk secara tidak langsung dipengaruhi oleh Pasal 33 UUD 1945, dimana pengaturan, penyelengaraan, penggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta pengaturan hubungan hukumnya ada pada negara untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Maka PT. PLN dinilai etis bila ditinjau dari teori etika teleologi.

Jika ditinjau dari teori utilitarianisme : Tindakan PT. PLN bila ditinjau dari teori etika utilitarianisme dinilai tidak etis, karena mereka melakukan monopoli. Sehingga kebutuhan masyarakat akan listrik sangat bergantung pada PT. PLN.


source:
http://putrikladiakhairun.blogspot.co.id/2015/11/makalah-pelanggaran-etika-bisnis-pt-pln.html
http://sarungpreneur.com/teori-dan-pengertian-etika-bisnis/

Senin, 04 April 2016

Kewirausahaan

Kewirausahaan #4


              Hai ini adalah pertemuan ke empat,  sebenernya agak lupa juga sih ya ini pertemuan yang ke berapa. yang jelas saya akan menjelaskan secara singkat perbedaan dari UKM dengan Entrepreneur seperti apa yang Pak Seta jelaskan waktu itu dikelas^^

              Ok, waktu itu kami diberikan tugas kelompok untuk mencari tahu "Apasih perbedaan dari UKM dengan Entrepreneur?"
Perbedaanya adalah Spirit! Mengapa demikian? Karena UKM didirikan oleh owner hanya untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, mendapat untung dan tidak ketergantungan saja. Sedangkan Entrepreneur mendirikan suatu usaha untuk memberikan peluang pekerjaan bagi pengangguran, berfikir lebih inovatif dibanding UKM. hasil yang didapat berbentuk asset untuk masa depan. Dan Entrepreneur memiliki kemauan untuk sukses dibanding UKM. UKM tidak mau ambil pusing atau tidak berani mengambil resiko takut kalau dagangannya Rugi, tidak laku dan semacamnya sedangkan itu berbanding terbalik dengan seorang Entrepreneur^^

             Kurang lebihnya seperti itu, bila ada yang kurang atau tidak sepaham mohon dimaklumi dan bisa comment kekurangan tersebut dibawah ini^^


Terimakasih^^

Jumat, 18 Maret 2016

Kewirausahaan

Kewirausahaan #2


          Hai ini tulisan kedua setelah pertemuan ke-3 dari mata kuliah Kewirausahaan. Mengapa pertemuan kedua tidak saya post di blog? Karena Pak Seta selaku dosen tidak dapat hadir untuk mengajar dikelas dikarenakan mertua dari Pak Seta sedang sakit, mari kita doakan sejenak untuk mertua dari Pak Seta semoga segala penyakitnya diangkat oleh Allah, berdoa mulai.......... Aamiin

          Oke sekarang kita lanjut aja ya! Apa sih yang dibahas pada pertemuan ketiga ini? Cuss lanjut dibaca lagi;)

"Entrepreneur Challenging the unknown"

  •  Recognize opportunities, where others see chaos of confusion
  • Are aggressive catalysts for change within marketplace
  • Challenging the unknown and continuously create the future


           *Yang pertama seorang Entrepreneur ( Pengusaha ) harus pandai pandai melihat peluang disaat orang lain sedang kebingungan.
          *Yang kedua katalis yang aggresif untuk perubahan dalam pasar.
          *Yang ketiga seorang pengusaha selalu menantang yang tidak diketahui dan terus menciptakan sesuatu untuk masa depan.


Contohnya adalah Ojek Online, disaat kemajuan teknologi yang semakin pesat itu adalah peluang sebagai CEO Ojek Online dan  terciptalah sebuah Ojek Online yang dibuat untuk membantu semua masyarakat. Jadi hampir semua masyarakat beralih ke Ojek Online tersebut dikarekan harganya murah, sesuai dengan hitungan per kilometernya tidak dipatok semaunya sendiri seperti Ojek pangkalan. Selain itu kita tidak perlu keluar gang lagi untuk memanggil abang Ojek Pangkalan. Sekarang hanya pencet pencet HP, pengemudinya datang untuk menjemput penumpangnya. Mudah sekali bukan?;) oiya dan CEO ojek Online pun memikirkan marketplace-nya. Maksudnya adalah ia memperhatikan customers untuk mencapai sebuah value yang rendah tetapi mendapat benefit yang tinggi. Marketplace bukan hanya dimiliki oleh CEO ojek Online saja ya, tetapi semua pengusaha harus memikirkan Marketplace.
           yaaaa kalian tau lahya semua orang maunya dapet harga murah tapi kualitasnya tinggi atau harga murah tp dapet banyak kayak ibu-ibu yang nawar dipasar gitu hehehe.

           Oke selanjutnya adalah.....


"Misconceptions about Entrepreneurship"
  • Successful entrepreneurship needs only great Idea
  • Entrepreneurship is easy
  • Entrepreneurship is a risky gamble
  • Entrepreneurship is found only in small bussiness
  • Entrepreneurship ventures and small bussiness are the same thing

Saya yakin kalian yang membaca ini adalah orang yang pandai dalam berbahasa inggris. Maka dari itu tidak perlu saya tulis lagi artinya ya *adminnya males kali* wkwkwk^^

Oiya sebagai Mahasiswa kita harus memikirkan masa depan, ingin menjadi apa kita? Apa yang ingin kita buat? Apa yang akan berguna bagi masyarakat 5 sampai 10 tahun kedepan? Inovasi apa yang ingin kita buat?  Apa kita ingin menjadi pemimpin atau yang di pimpin? Semua ada ditangan kalian masing masing. Kalaupun kalian mau buat combro berbentuk kapsul atau membuat laptop dari silikon agar mudah dibawa-bawa itu terserah kalian karena sebuah inovasi yang unik tidak ada yang bisa melarang dan tidak akan ada yang tau kalau itu akan meledak dipasaran, betul tidak? hehe

          Kalau seperti itu sekian dari saya, kurang lebihnya mohon maaf. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi kalian yang membaca dan termotivasi sebagai pengusaha. 

   




Terimakasih;)       

           

Sabtu, 05 Maret 2016

Kewirausahaan

Kewirausahaan


           Ini adalah hari pertama saya masuk kuliah, tepatnya hari pertama di mata kuliah Kewirausahaan pada hari Kamis. tanggal 3 Maret 2016. Dosen saya bernama Pak Seta Ariwuri Wicaksana, M.Psi. tetapi ketika dikelas mengaku sebagai Pak Seta Nugroho..... Hayoo yang bener yang mana pak?xixixi. Pak Seta tanpa huruf N setelah huruf A ini lulusan Sarjana Psikologi di UI, taukan UI dimana? Yapss benar sekali, di Universitas Pancasila! yeay! Bercanda yaa hihi^^ maksudnya sekarang beliau mengajar di Universitas Pancasila, yang sama-sama memiliki "Stasiun". Meskipun Universitas Indonesia berstatus Negeri dan Universitas Pancasila masih berstatus Swasta, tapi ingatlah wahai saudaraku "Indonesia tanpa Pancasila bukan apa-apa" artinya kita masih berkesinambungan hehe, jangan berfikiran kalau saya ngajak tawuran ya:( hihihi^^ duh jadi kemana-mana yaa. Segitu saja pengantarnya okay, sekarang kita lanjut ke Mata Kuliah yang akan dibahas pada sesi awal;)

           "Entrepreneurship is living a few years of your life like most people won't, so that you can spend the rest of your life like most people can't."
           itu adalah yang beliau katakan yang artinya Kewirausahaan adalah kehidupan di sedikit tahun dalam hidupmu yang hampir sebagian besar orang tidak ingin, oleh karena itu kamu dapat menghabiskan sisa hidupmu seperti sebagian orang yang tidak dapat. Kurang lebihnya seperti itu artinya, intinya Entrepreneurship adalah orang yang berani mengambil keputusan disaat terjadinya pasang surut yang hebat. Dan sampai-sampai bisa "Kaki di kepala, kepala di kaki" itu istilah aja yaa^^. Dan sifat yang dimiliki Entrepreneurship adalah orang yang berani ambil resiko, percaya kalau semua yang dilakukan dapat terjadi, fokus, dan intinya Entrepreneurship itu membuat sesuatu yang baru meskipun dipandangan orang lain terlihat tidak mungkin, belajar dari kesalahan yang dibuat, tumbuh karena belajar dan akhirnya dapat melakukannya.

          Dan hari pertama beliau juga bercerita, awalnya beliau bekerja menjadi PNS yang gajinya sudah sampai Rp. 15juta perbulan belum termasuk biaya dinas dsb. kebayang lah betapa makmur hidup beliau. Tetapi ia mengundurkan diri, karena menurutnya itu bukan passion-nya. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat aplikasi, dan membuat aplikasi juga dimulai dari 0 ya pak... *duh isi bensin kali ah:D banyak juga rintangan hambatan yang ia terjang dan ia hadapi, akhirnya sekarang lebih dari 1000 orang yang menggunakan aplikasinya disetiap harinya. Kebayang lah beliau sekarang hanya duduk manis tapi dapat uang. Menurut saya kehidupannya pun lebih makmur dari sebelumnya *untung bagi dua lah pak:( xixixi* setelah jatuh bangun aku mengejarmu.... maksudnya mengejar kesuksesan. beliau memutuskan untuk mengajar dan memberi motivasi kepada mahasiswa-mahasiswi di Universitas Pancasila agar terciptanya Entrepreunership muda yang baru. Ohiya, beliau berkata ingin pensiun pada usia 40tahun, untuk selalu berada di lingkungan keluarganya, menjaga dan melindungi anak dan istrinya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. *uhuy* biasanya umur 40tahun usia yang sedang jaya jayanya. Tetapi beliau ingin pensiun... hmm Good Job sekali untuk Pak Seta tanpa huruf N setelah huruf A hehehehe *jangan marah ya pak:(*

Sekian pembahasan yang saya bahas pada pertemuan yang pertama ini. Semoga tulisan ini bisa memotivasi kalian semua yang membaca. Kurang lebihnya mohon maaf:)))


Wassalam.


ttd


Fitri Wulandari
Fakultas Ekonomi&Bisnis Universitas Pancasila



 Sumber Terpercaya: Pak Seta Ariwuri Wicaksana, M.Psi